Skip to content

SIFAT KIMIA TANAH

19 Februari 2009
tags: ,

Beberapa Sifat Kimia Tanah antara lain :

Derajat Kemasaman Tanah (pH)
Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ didalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+. pada tanah-tanah masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-, sedang pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- , maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Anonim 1991).

Nilai pH berkisar dari 0-14 dengan pH 7 disebut netral sedangkan pH kurang dari 7 disebut masam dan pH lebih dari 7 disebut alkalis. Walaupun dcmikian pH tanah umumnya berkisar dari 3,0-9,0. Di Indonesia unumnya tanahnya bereaksi masam dengan 4,0 – 5,5 sehingga tanah dengan pH 6,0 – 6,5 sering telah dikatakan cukup netral meskipun sebenarnya masih agak masam. Di daerah rawa-rawa sering ditemukan tanah-tanah sangat masam dengan pH kurang dari 3,0 yang disebut tanah sangat masam karena banyak mengandung asam sulfat. Di daerah yang sangat kering kadang-kadang pH tanah sangat tinggi (pH lebih dari 9,0) karena banyak mengandung garam Na (Anonim 1991).

C-Organik
Kandungan bahan organik dalam tanah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan keberhasilan suatu budidaya pertanian. Hal ini dikarenakan bahan organik dapat meningkatkan kesuburan kimia, fisika maupun biologi tanah. Penetapan kandungan bahan organik dilakukan berdasarkan jumlah C-Organik (Anonim 1991).
Bahan organik tanah sangat menentukan interaksi antara komponen abiotik dan biotik dalam ekosistem tanah. Musthofa (2007) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kandungan bahan organik dalam bentuk C-organik di tanah harus dipertahankan tidak kurang dari 2 persen, Agar kandungan bahan organik dalam tanah tidak menurun dengan waktu akibat proses dekomposisi mineralisasi maka sewaktu pengolahan tanah penambahan bahan organik mutlak harus diberikan setiap tahun. Kandungan bahan organik antara lain sangat erat berkaitan dengan KTK (Kapasitas Tukar Kation) dan dapat meningkatkan KTK tanah. Tanpa pemberian bahan organik dapat mengakibatkan degradasi kimia, fisik, dan biologi tanah yang dapat merusak agregat tanah dan menyebabkan terjadinya pemadatan tanah (Anonim 1991).

N-Total
Nitrogen merupakan unsur hara makro esensial, menyusun sekitar 1,5 % bobot tanaman dan berfungsi terutama dalam pembentukan protein (Hanafiah 2005).
Menurut Hardjowigeno (2003) Nitrogen dalam tanah berasal dari :
a.Bahan Organik Tanah : Bahan organik halus dan bahan organik kasar
b.Pengikatan oleh mikroorganisme dari N udara
c.Pupuk
d.Air Hujan
Sumber N berasal dari atmosfer sebagai sumber primer, dan lainnya berasal dari aktifitas didalam tanah sebagai sumber sekunder. Fiksasi N secara simbiotik khususnya terdapat pada tanaman jenis leguminoseae sebagai bakteri tertentu. Bahan organik juga membebaskan N dan senyawa lainnya setelah mengalami proses dekomposisi oleh aktifitas jasad renik tanah.
Hilangnya N dari tanah disebabkan karena digunakan oleh tanaman atau mikroorganisme. Kandungan N total umumnya berkisar antara 2000 – 4000 kg/ha pada lapisan 0 – 20 cm tetapi tersedia bagi tanaman hanya kurang 3 % dari jumlah tersebut (Hardjowigeno 2003). Manfaat dari Nitrogen adalah untuk memacu pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif, serta berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak, enzim, dan persenyawaan lain (RAM 2007). Nitrogen terdapat di dalam tanah dalam bentuk organik dan anorganik. Bentuk-bentuk organik meliputi NH4, NO3, NO2, N2O dan unsur N. Tanaman menyerap unsur ini terutama dalam bentuk NO3, namun bentuk lain yang juga dapat menyerap adalah NH4, dan urea (CO(N2))2 dalam bentuk NO3. Selanjutnya, dalam siklusnya, nitrogen organik di dalam tanah mengalami mineralisasi sedangkan bahan mineral mengalami imobilisasi. Sebagian N terangkut, sebagian kembali scbagai residu tanaman, hilang ke atmosfer dan kembali lagi, hilang melalui pencucian dan bertambah lagi melalui pemupukan. Ada yang hilang atau bertambah karena pengendapan.

P-Bray
Unsur Fosfor (P) dalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk buatan dan mineral-mineral di dalam tanah. Fosfor paling mudah diserap oleh tanaman pada pH sekitar 6-7 (Hardjowigeno 2003). Siklus Fosfor sendiri dapat dilihat pada Gambar 2.
Dalam siklus P terlihat bahwa kadar P-Larutan merupakan hasil keseimbangan antara suplai dari pelapukan mineral-mineral P, pelarutan (solubilitas) P-terfiksasi dan mineralisasi P-organik dan kehilangan P berupa immobilisasi oleh tanaman fiksasi dan pelindian (Hanafiah 2005).
Menurut Leiwakabessy (1988) di dalam tanah terdapat dua jenis fosfor yaitu fosfor organik dan fosfor anorganik. Bentuk fosfor organik biasanya terdapat banyak di lapisan atas yang lebih kaya akan bahan organik. Kadar P organik dalam bahan organik kurang lebih sama kadarnya dalam tanaman yaitu 0,2 – 0,5 %. Tanah-tanah tua di Indonesia (podsolik dan litosol) umumnya berkadar alami P rendah dan berdaya fiksasi tinggi, sehingga penanaman tanpa memperhatikan suplai P kemungkinan besar akan gagal akibat defisiensi P (Hanafiah 2005). Menurut Foth (1994) jika kekurangan fosfor, pembelahan sel pada tanaman terhambat dan pertumbuhannya kerdil.

Kalium (K)
Kalium merupakan unsur hara ketiga setelah Nitrogen dan Fosfor yang diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+. Muatan positif dari Kalium akan membantu menetralisir muatan listrik yang disebabkan oleh muatan negatif Nitrat, Fosfat, atau unsur lainnya. Hakim et al. (1986), menyatakan bahwa ketersediaan Kalium merupakan Kalium yang dapat dipertukarkan dan dapat diserap tanaman yang tergantung penambahan dari luar, fiksasi oleh tanahnya sendiri dan adanya penambahan dari kaliumnya sendiri.
Kalium tanah terbentuk dari pelapukan batuan dan mineral-mineral yang mengandung kalium. Melalui proses dekomposisi bahan tanaman dan jasad renik maka kalium akan larut dan kembali ke tanah. Selanjutnya sebagian besar kalium tanah yang larut akan tercuci atau tererosi dan proses kehilangan ini akan dipercepat lagi oleh serapan tanaman dan jasad renik. Beberapa tipe tanah mempunyai kandungan kalium yang melimpah. Kalium dalam tanah ditemukan dalam mineral-mineral yang terlapuk dan melepaskan ion-ion kalium. Ion-ion adsorpsi pada kation tertukar dan cepat tersedia untuk diserap tanaman. Tanah-tanah organik mengandung sedikit Kalium.

Natrium (Na)

Natrium merupakan unsur penyusun lithosfer keenam setelah Ca yaitu 2,75% yang berperan penting dalam menentukan karakteristik tanah dan pertumbuhan tanaman terutama di daerah kering dan agak kering yang berdekatan dengan pantai, karena tingginya kadar Na di laut, suatu tanah disebut tanah alkali jika KTK atau muatan negatif koloid-koloidnya dijenuhi oleh ≥ 15% Na, yang mencerminkan unsur ini merupakan komponen dominan dari garam-garam larut yang ada. Pada tanah-tanah ini, mineral sumber utamanya adalah halit (NaCl). Kelompok tanah alkalin ini disebut tanah halomorfik, yang umumnya terbentuk di daerah pesisir pantai iklim kering dan berdrainase buruk. Sebagaimana unsur mikro, Na juga bersifat toksik bagi tanaman jika terdapat dalam tanah dalam jumlah yang sedikit berlebihan (Hanafiah, 2005).

Kalsium (Ca)
Kalsium tergolong dalam unsur-unsur mineral essensial sekunder seperti Magnesium dan Belerang. Ca2+ dalam larutan dapat habis karena diserap tanaman, diambil jasad renik, terikat oleh kompleks adsorpsi tanah, mengendap kembali sebagai endapan-endapan sekunder dan tercuci (Leiwakabessy 1988). Adapun manfaat dari kalsium adalah mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang dan membantu keberhasilan penyerbukan, membantu pemecahan sel, membantu aktivitas beberapa enzim (RAM 2007).

Magnesium (Mg)

Magnesium merupakan unsur pembentuk klorofil. Seperti halnya dengan beberapa hara lainnya, kekurangan magnesium mengakibatkan perubahan warna yang khas pada daun. Kadang-kadang pengguguran daun sebelum waktunya merupakan akibat dari kekurangan magnesium (Hanafiah 2005).

Kapasitas Tukar Kation (KTK)

Kapasitas tukar kation (KTK) merupakan sifat kimia yang sangat erat hubungannya dengan kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan kandungan bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir (Hardjowogeno 2003). Nilai KTK tanah sangat beragam dan tergantung pada sifat dan ciri tanah itu sendiri. Besar kecilnya KTK tanah dipengaruhi oleh :
1.Reaksi tanah
2.Tekstur atau jumlah liat
3.Jenis mineral liat
4.Bahan organik dan,
5.Pengapuran serta pemupukan.
Soepardi (1983) mengemukakan kapasitas tukar kation tanah sangat beragam, karena jumlah humus dan liat serta macam liat yang dijumpai dalam tanah berbeda-beda pula.

Kejenuhan Basa (KB)

Kejenuhan basa adalah perbandingan dari jumlah kation basa yang ditukarkan dengan kapasitas tukar kation yang dinyatakan dalam persen. Kejenuhan basa rendah berarti tanah kemasaman tinggi dan kejenuhan basa mendekati 100% tanah bersifal alkalis. Tampaknya terdapat hubungan yang positif antara kejenuhan basa dan pH. Akan tetapi hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh sifat koloid dalam tanah dan kation-kation yang diserap. Tanah dengan kejenuhan basa sama dan komposisi koloid berlainan, akan memberikan nilai pH tanah yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan derajat disosiasi ion H+ yang diserap pada permukaan koloid (Anonim 1991).
Kejenuhan basa selalu dihubungkan sebagai petunjuk mengenai kesuburan sesuatu tanah. Kemudahan dalam melepaskan ion yang dijerat untuk tanaman tergantung pada derajat kejenuhan basa. Tanah sangat subur bila kejenuhan basa > 80%, berkesuburan sedang jika kejenuhan basa antara 50-80% dan tidak subur jika kejenuhan basa < 50 %. Hal ini didasarkan pada sifat tanah dengan kejenuhan basa 80% akan membebaskan kation basa dapat dipertukarkan lebih mudah dari tanah dengan kejenuhan basa 50% (Anonim 1991).

45 Komentar leave one →
  1. nHuR permalink
    3 April 2009 6:12 pm

    salam kenal…
    keyen n’ komplit dechhhh
    makin nambah pengetahuan tentang sifat kimia anah

    • boy permalink*
      8 April 2009 8:55 am

      thanx da bca2…

  2. rie permalink
    11 Juli 2009 9:17 am

    makasih..

    • andre permalink*
      11 Juli 2009 12:11 pm

      trimakasi kembali da mampir

    • biela permalink
      18 April 2011 11:29 am

      yo9′ etz

  3. Fitri permalink
    7 Agustus 2009 2:42 am

    Makasi,ndre…

  4. Galuh Mahesa permalink
    15 September 2009 1:34 pm

    Keren Brooo… kalau bisa diperbanyak lagi pluss kalo bisa ditulis juga Dapusnya… supaya bisa cari juga bukunya… thanx

    • andre permalink*
      15 September 2009 2:38 pm

      thnx bro krn udah mampir n saran2nya….

  5. putridurian permalink
    24 September 2009 5:34 pm

    nk tya boleh enggak?”kepentingan koloid dalam sifat kimia tanah??” solan ini ada ngak jwpn nya??

  6. indryani ika permalink
    11 November 2009 12:44 pm

    semua materi ini sangat membantu sksipsikuw…thanks yah!!!

    • 11 November 2009 9:51 pm

      terima kasih kembali
      sudah mau mampir

  7. sha permalink
    28 November 2009 1:25 pm

    thanx bgt……
    bermanfaat banget ney smw….
    semoga melancarkan laporanq…..

    • 29 November 2009 11:54 am

      trima kasih kembali sha
      udah mau mampir

  8. asty permalink
    2 Desember 2009 6:15 pm

    thanks yua coz materi nie dah bantu gwa xelesaiin tugas……………

    • 2 Desember 2009 9:41 pm

      terima kasih jg da mampir..
      syukurlah klo itu bisa membantu

  9. d.n.*.a permalink
    2 Desember 2009 8:59 pm

    w koppi ia.!.

    tengs io.,,

    anag kimia ia..,

    • 2 Desember 2009 9:42 pm

      thnx atas kunjungannya ya…
      monggo klo mo dikopi…gratisss–tiss

  10. firman permalink
    29 Desember 2009 7:53 pm

    bisa minta semua alamat dapusny gak???
    reference

  11. ijar permalink
    8 Januari 2010 9:22 pm

    numpang baca yach…

  12. santhi permalink
    20 Februari 2010 12:35 pm

    mantap b.g.t…. skripsi santhi jdi terbantu
    sukses sllu ya

  13. Emily permalink
    13 Maret 2010 12:05 pm

    wahhh…mkshh yahh…

    bsa djdin referensii nehh

    ^_^

  14. siswanto permalink
    22 Maret 2010 12:38 pm

    wah hebat tulisan anda……VIVA SOIL ……………

  15. dwie permalink
    26 Maret 2010 10:39 am

    makasih materinya yaa :)
    sangat membantu tgs AKL saya..

  16. estining silviarini permalink
    31 Maret 2010 11:05 am

    bisa tahu gak ya kadar nacl ma ph tanah yang baik untuk pertanian? TQ

  17. Togi permalink
    31 Maret 2010 1:14 pm

    bagus tulisannya, ada baiknya dicantumkan refrensinya, tks.

  18. husna permalink
    7 April 2010 12:19 pm

    yah….anonim smua…

  19. PraNiken permalink
    29 April 2010 10:36 am

    Kurang komplit deuh..

  20. Anita Naomi permalink
    7 Mei 2010 9:12 pm

    malam… saya mau nanya ne… klo suatu tanah tingkat kejenuhan basanya tinggi, gimana daya serapnya terhadap air yah? tq…

  21. indra permalink
    19 Mei 2010 10:15 pm

    t q infonya,..

  22. dedi kurniawan permalink
    31 Mei 2010 7:02 am

    thanks…dengan adanya materi ini bs buat wacana tuk nambah data skripsi saya

  23. suharyo permalink
    20 Oktober 2010 12:56 am

    lumayan,.,., tambah pengetahuan,.,.,
    siep pahdke,.,.

  24. Lida permalink
    17 Desember 2010 6:40 pm

    makasih atas infox…..

    Sangat m’bantu….^^

  25. nhinies permalink
    27 Januari 2011 7:29 am

    .tanks bwt nmbh pgtauan

  26. 21 Februari 2011 5:03 pm

    makasih ya artikelnya…!!!
    sekalian ijin copi artikelnya bwt laporan PKL…!!!!
    salam kenal…!!!!

  27. 6 Mei 2011 1:54 pm

    keren cuii..
    dilengkapi dunk :D

  28. ighe permalink
    3 Juni 2011 10:58 am

    bagaimna cra mnghtung/mngtahui pH suatu tanah?
    mksii

  29. FERDY permalink
    7 Juni 2011 9:49 pm

    Mau Tnyak ne..
    sifat fisik dan kimia tanah masam tolong diberitahu ya??

  30. 17 Oktober 2011 7:14 am

    mas, ciri ciri tanah basa dilihat dari mata dan tekstur apa? tq

  31. 14 Februari 2012 8:18 pm

    boleh tau daftar pustakanya nggak??

  32. sidik permalink
    11 April 2012 8:25 am

    yhank you gan,…

  33. helfi permalink
    29 September 2012 6:08 pm

    thanks ya buat artikelx,, cukup lengkap n sangat membantu….

  34. dev,,, permalink
    2 November 2012 5:31 pm

    dari segi sifat kimia tanah,flora dan fauna dapat ???

Trackbacks

  1. TUGAS MATA KULIAH GEOGRAFI TANAH SIFAT KIMIA TANAH Oleh Rahmi Fitri (1106532/2011 | geographunp
  2. DEFINISI TANAH | andreasdamanik14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: