Skip to content

Dibalik Penyebab Macet

18 Desember 2009
tags:

Macet…mungkin kata-kata itu sudah terlalu terbiasa terdengar dan terucap dari mulut kita. “mas jangan lewat sana, macet berat” kata seorang teman, atau “sori bos, jalanan lagi macet neh, mungkin agak telat sampe lokasi”, alasan itu juga sudah biasa. Benar…selama kita masih ada di negeri ini memang kita harus bisa belajar memahami situasi itu. (dinegeri ini memang harus banyak belajar, sampe menghadapi macet pun harus belajar, hahaha).

Hari ini saya sebenarnya lagi terburu-buru mengejar sesuatu, bersama pak sopir…….angkot, hehe yang biasa membawa saya terjebak macet….lagi dan lagi. semua merangkak bagaikan siput.  Benar-benar  ngga bisa bergerak.

Kemacetan memang adalah sesuatu yang sudah ga bisa dihindari lagi di jaman sekarang ini, tapi sudah merupakan sesuatu yang bisa dijalani dan dinikmati.  Mumpung lagi macet dan otak lagi ngga di pake sepenuhnya, jadi dengan sedikit imajinasi saya mencoba melihat dan membaca fenomena macet ini.

Sedikitnya ada 7 golongan besar yang ikut ambil bagian penyebab macet diantaranya ; angkot, bis/truk, motor/ojeg, kendaraan pribadi, pejalan kaki, polisi cepek, calon dan atau penumpang angkot/bis, kucing/anjing/keluarga besar binatang, simpang tiga/empat/lima, pasar kaget (shock market) serta banjir.

Baiklah, saya akan membeberkan sedikit peranan masing-masing golongan tersebut :

1.  Angkot :

Merupakan salah satu jenis angkutan yang paling banyak di perkotaan karena kalo dipedesaan namanya bukan angkot tapi angdes “angkutan pedesaan”. Kemampuan jelajah angkot jaman sekarang ternyata sudah mampu menembus daerah-daerah terisolir di daerah pemukiman di perkotaan seperti perumahan-perumahan. Aneh bin ajaib, banyak dijumpai dalam satu komplek perumahan bisa mempunyai beberapa trayek angkot. No 14 A, 14 B. Contohnya Bogor (Saya pernah berkunjung ke daerah ini), jika beberapa waktu yang lalu kota ini masih terkenal dengan sebutan ‘kota hujan’, ternyata sekarang sudah berubah menjadi ‘kota seribu angkot’ atau ‘kota hijua’ karena banyaknya angkot yang warna hijua, itu teman-teman yang ada disana. Trus bagaimana dengan kota lainnya, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, atau Makassar, wah sepertinya terlalu panjang untuk dibahas. Hehe.. Sebenarnya apa dan bagaimana peranan angkot ini ikut andil dalam membuat macet ?.

Angkot jaman sekarang sudah berubah menjadi “raja jalanan”, kira-kira demikian ungkapan beberapa teman. Semua bagian jalan adalah milik beliau. Angkot ini punya pendirian yang kuat dan tidak akan pernah mengalah karena bagi dia peraturan yang berlaku adalah peraturan yang dibuat sendiri, apa sajakah peraturan itu ? :

a. Jalanan ini adalah milik saya, jadi saya berhak berbuat apa saja diatasnya karena jalanan ini adalah milik saya tanpa ada tuntutan dari pihak lain.

b. Hak seperti yang disebutkan pada poin a, antara lain : bebas menaikkan/menurunkan penumpang sesuka hati dan atau bebas masuk ke jalur mana saja baik ditengah ataupun dibahu jalan dan atau bebas berhenti dimana saja sesuai selera.

c. Jika ada pihak lain yang kurang berkenan, maka mohon tinjau poin a.

Kalau begitu apa peranan angkot ini ?. Dari tulisan diatas mungkin teman-teman yang lain sudah bisa menyimpulkannya sendiri, hehee…

foto : http://www.bloggaul.com/insanfm

2.  Bis/truk :

Kedua alat transportasi ini memang hanya melewati jenis jalan utama, namun juga berperan besar menyebabkan kemacetan. Kalo begitu apa peranannya ?. Bis/truk itu ternyata mempunyai body yang lebih besar dan terkadang berjalan lambat mungkin karena faktor usia yang kebanyakan memang sudah uzur dan tinggal menunggu malaikat pencabut nyawa.

Bayangkan jika sebuah bus menurunkan atao menaikkan penumpang, dengan percepatan atau perlambatan yang lumayan rendah, berapa waktu yang diperlukan untuk hal tersebut?. Jika di belakang bis tersebut ternyata sudah mengekor dan mengantri 3 bis lainnya, 7 angkot, 23 motor ditambah 4 orang lagi menyeberang dan satu becak berjalan melawan arah, berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggerakkan itu semua ketika bis yang paling depan sudah berjalan agar jalanan kembali lancar ?. (lumayan pusing mikirinnya, hehe…).

3.  Motor :

Kendaraan yang satu ini memang lagi mengalami masa kejayaan dan keemasannya dalam perkembangan alat transportasi. Bentuknya yang lebih dikhususkan untuk tunggangan individual dengan tujuan mempermudah mobilisasi ternyata berandil besar dalam menyebabkan kemacetan. Inilah yang menjadi saingan berat angkot untuk menduduki posisi “raja jalanan” pada saat ini. Oya..?. benar sekali, sifatnya yang lebih enak untuk ditunggangi dari pada kuda dan bisa dibawa ke jenis jalan mana pun kecuali jalan tol, hehe..membuat si yang empunya terkadang mengeksploitasinya untuk bergerak kemana saja, baik di lajur kiri, tengah atau juga di kanan dan cenderung lebih ngga peduli. Trus..sebenarnya mana yang patut disalahkan motornya atau yang empunya ?.

Jika lebar jalan untuk dua jalur hanya 8 meter ditambah masing-masing 1 meter untuk bahu jalan harus di lewati puluhan bahkan ratusan motor ditambah kendaraan roda empat lainnya (sering terjadi ketika akan masuk dan keluar kantor) ditambah lagi di depan terdapat persimpangan, para petani yang lain pasti akan bisa menebak hasilnya. Benar sekali…..macet berat.

4.  Kendaraan pribadi :

haha…ko bisa ikut terlibat ?, kira-kira begini ceritanya ; ada teori (teori dari mana ya ?) yang mengatakan “tingkat kesejahteraan seseorang itu cenderung berbanding lurus dengan tingkat pendidikannya” (ya, pada umumnya kira-kira begitulah….diterima ya), dimana yang punya kendaraan pribadi cenderung berasal dari golongan menengah ke atas dan berpendidikan. Nah orang-orang yang berpendidikan ini selalu mempunyai kecenderungan dan keinginan untuk belajar terus-menerus.

Jika tulisan paling atas saya menyebutkan bahwa untuk macet pun perlu dipelajari, ternyata paham itulah yang diikuti oleh orang-orang di poin 4 ini. Kalo begitu materi apa yang kira-kira mereka pelajari sehingga bisa ikut-ikutan menyebabkan macet ?.

a. Kenapa mereka (angkot/motor) bisa melewati bahu jalan ?, karena saya adalah orang yang terus-menerus belajar, hal itu harus saya pelajari (hmm….).

b. Memangnya hanya mereka (angkot/motor) saja yang bisa berhenti sesuka hati ?, bagaimana kalo saya pelajari juga ? (hoho..)

c. Kenapa mereka (angkot/motor) bisa berbelok arah sesuka hati?,

semua materi diataslah yang coba dipelajari oleh sodara-sodara kita pada poin no 4 (empat) ini. hmm lumayan anehhh.

5.  Pejalan kaki :

Memang manusia jaman sekarang mungkin sudah bermutasi menjadi seorang makhluk yang kuat, hah ? ko’ bisa?. Menyeberang jalan dengan santai dengan hanya berharap yang bawa kendaraan bisa melihat dirinya ketika menyeberang. Nah bagaimana jika ngga terlihat ??..hmm…mungkin antara si oknum penyeberang jalan dan oknum penabrak bisa bertemu di rumah sakit dan atau kantor polisi dan atau sama-sama bertemu di dunia lain, itu lebih baik daripada sama-sama ngga bisa bertemu karena salah satu oknumnya ada yang lari atau berpulang lebih awal, hehehe..

Sebenarnya bagaimana peranan pejalan kaki ini menyebabkan macet ?. Bisa anda bayangkan jika seorang penyeberang jalan membawa sang istri untuk istrinya menyeberang jalan, dan yang lebih parah lagi bagimana jika sang istri juga membawa anak-anaknya, satu digendong dan satu dituntun, satu lagi bawa oleh sang nenek, dimana sang nenek juga tentu membawa pamannya si anak kecil sebagai pengawalnya dua orang yang juga ternyata membawa anak istrinya untuk turut serta dalam kegiatan penyeberangan ini dan satu lagi yang jangan dilupakan adalah anjing peliharaan anaknya yang nomor dua yang kakinya lagi pincang akibat berantam dengan anjing saingannya sehingga masih harus dituntun, bisa anda hitung berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyeberangkan semuanya itu dan berapa panjang antrian kendaraan untuk menunggu kejadian itu.hahaha..atau bagimana jika yang akan menyeberang itu adalah seorang kakek berumur 70 tahun yang menderita stroke dan harus pakai tongkat, hmmm….

6.  Polisi cepek/Pak Ogah (sekarang udah gope’) :

Ini adalah salah satu jenis profesi baru yang lumayan di gandrungi dan lagi banyak diminati orang, bagaimana ngga diminati, profesi ini ternyata tidak mensyaratkan kualifikasi pendidikan ataupun pengalaman kerja karena syaratnya sangat sederhana yaitu tau mana kanan, kiri atau juga lurus ditambah punya sempritan (untuk yang satu ini, boleh punya dan boleh juga ngga punya).

Lokasi favorit pekerjaan ini adalah pertigaan atau perempatan antara jalan utama dengan jalan cabang atau dengan lokasi komplek perumahan. Kita semua tahu bahwa tujuan hamper semua pekerjaan itu adalah untuk mendapatkan uang, apapun jenis pekerjaannya termasuk profesi yang satu ini. Konsumen utama Pak Ogah ini adalah mereka-mereka yang mempunyai kendaraan pribadi yang akan keluar / masuk dari dan menuju komplek. Karena kegiatan ini sudah menjadi profesi sudah barang tentu dituntut suatu profesionalitas kerja (wooww..), sehingga tentunya Pak Ogah akan lebih mengutamakan kendaraan-kendaraan yang akan menyeberang tersebut, karena itulah konsumennya dan dari situlah mereka mendapatkan rupiahnya. Jika jumlah kendaraan yang lewat sekitar 17-25 kendaraan per menit pada kondisi normal, waktu yang diperlukan oleh Pak Ogah untuk menyeberangkan satu kendaraan adalah 15-20 detik, maka bisa anda bayangkan berapa lama waktu dari jeda sampai kembali ke keadaan normal yang dibutuhkan oleh masing-masing kendaran, trus bagimana jika yang harus diseberangkan itu jumlahnya 3, 4 atau lebih sekaligus..walahhh….

7.  Calon dan atau penumpang angkot/bis :

Wah….klo membahas yang satu ini saya merasa kurang enak juga karena saya juga sering menjadi pelaku utamanya, hehehe. Ya tapi demi pembelajaran, hehe…ngga apa-apalah. Dikalangan makhluk hidup yang hidup dijalan atau dipinggir jalan, calon penumpang ini adalah raja di atas raja. Sifat-sifat penumpang mencirikan bahwa dia seorang raja bisa memerintah sesuka hati (mau turun dimana, tinggal sebut saja), hehehe…

Jika yang akan menumpang itu adalah segerombolan keluarga yang akan menuju pasar, ada si ibu, bapak, 4 anak, mertua si ibu serta bibi si anak yang naik di simpang tiga depan komplek perumahan. Berapa waktu yang diperlukan untuk menaikkan semua gerombolan itu dan bagaimana jika hal itu terjadi di tempat yang kendaraannya padat ?. wooww….

8.  Kucing/anjing/keluarga besar binatang :

Hahaha…mungkin para teman-teman yang lain bertanya, ko’ bisa masuk dafar ?, kira-kira begini ceritanya : laju pertumbuhan manusia ternyat berbanding lurus dengan laju pertumbuhan hewan terutama jenis hewan-hewan peliharaan (Penulis, 2009) wooww, kapan itu penelitiannya, hehehe. Tingginya pertumbuhan manusia dan hewan ternyata tidak diimbangi pertambahan luas permukaan tanah karena bersifat statis (hmmm….?), akibatnya : manusia dan hewan semakin banyak dan ruang terbuka semakin sempit sehingga berdampak pada arena bermain untuk hewan-hewan itu.

Bagaimana jika pada jalur yang padat kendaraannya tiba-tiba dijadikan sebagai tempat bermain oleh satu geng anjing atau pada jalur cepat tiba-tiba seekor kucing hamil tua dengan kaki terpincang akibat baru saja ‘menerima’ tongkat akibat ikut mencicipi masakan di salah satu rumah makan padang. Saya yakin dengan perasaan iba Pak supir akan lebih mempedulikan kucil yang notabene lagi hamil itu untuk lewat duluan, hehehe. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melewatkan semua kejadian tersebut ?.

9.  Simpang tiga/empat/lima :

Ini adalah faktor tidak langsung yang memberikan efek langsung terhadap macet. Adanya simpang tiga/empat/lima sebenarnya ngga bisa kita salahkan, karena memang begitulah adanya dan kita juga membutuhkannya. Hal yang sering terjadi di persimpangan apalagi tidak terdapat lampu merah adalah tidak adanya rasa saling pengertian dikalangan pengendara.

Kita tau bahwa orang kita adalah manusia-manusia yang super sibuk (time is money) sehingga untuk menganti sekitar 10-15 detik juga akan terasa lama padahal kalau dipikir-pikir sifat ngga mau ngalah itu ternyata malah bisa membuat kita terlambat sekitar 30-45 detik. Oya..??. itulah yang sering terjadi di persimpangan.

10.  Pasar Kaget (shock market), banjir :

Khusus banjir, ini adalah salah satu hal yang ngga bisa di tolak dan sulit untuk diantisipasi walaupun kejadiannya rajin terjadi (hmmm…). Untuk pasar kaget (kata teman saya yang pernah kuliah di Fakultas Sastra ‘shock market’), inilah salah satu contoh yang menggambarkan bagaimana sifat pekerja keras dan mampu melihat peluang dari rakyat kita. Ditengah keterbatasan areal untuk berdagang, selau mucul ide yang luar biasa untuk menggunakan bahu jalan. Tak ada rotan akar pun jadi dan bila perlu tali rafia juga bisa. Itulah pepatah yang diusung oleh para pelaku pasar tersebut.

Bisa teman-teman bayangkan ika panjang total pasar tumpah tersebut 176 meter, berapakah waktu yang ditempuh oleh kendaraan yang berjalan merangkak dengan kecepatan 5 km/jam ?. hmmm….

4 Komentar leave one →
  1. danie_imoed permalink
    24 Februari 2010 12:43 pm

    ih boy punya blog euy…..
    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn!!!!

    lanjut,gan….

    • 24 Februari 2010 10:11 pm

      weeww….makasi bu buat kunjungannya,,,

  2. Jonner MT Simanjuntak permalink
    13 Maret 2010 6:43 pm

    Busyeeettt…..mantap bere…LANJUTKAN…!!!!

  3. irwan permalink
    21 Maret 2011 2:40 pm

    Hebat… tajam kritis, jeli… tp masih kurang lengkap Gan.. coba tambahi lagi donk…
    Saya lht di jalan gini Gan… kalo ada jalan 3 lajur msg2 pada dua arah, lajur paling kanan jatah truk, paling kiri dan tengah jatah angkot, motor bisa lincah di semua lajur dan segala arah : bahu jalan, trotoar, jembatan penyeberangan, pembatas jalan, apa aja ditanjak, arah gak ada batasan, bisa dari 8 penjuru mata angin, masuk dari pintu keluar dan keluar dari pintu masuk, motong laju kendaraan laen dg mepet, nyerobot celah sempit antara kendaraan lain yg lgi jln, belok kanan ambil lajur kiri ato sebaliknya, gak pernah ngasih ke yg mau nyeberang, pokoknya bebas aturan apapun. Bener gan mobil banyak belajar dari mereka, mobil mulai ikut2an motor, mau belok kanan ambil kiri dan sebaliknya, berhenti atau belok ndadak, kenceeng banget ato lambaat banget, sibuk ngasih lampu krn selalu minta didahulukan. Eh ini kayaknya bkn masalah jenis kendaraan ya… tp orgnya…. contoh sederhana kalo kita lg jalan di mall, cenderung tubruk2an, kalo jalan lambaat dan mborong ruang, gak tentu arahnya, motong jln org lain…. contoh lain, cb kalo lg naek angkot… tmpt duduk banyak tapi sllu minta tmpt yg sdg diduduki org lain, ato nyuruh geser pdhl tempat kosong ada krn males masuk org lain yang disuruh “kerja” dm kepentingan dia. Ha lain, cb amati, ada ibu2 bw anak kecl yg sdh jln, naek angkot, krn gak mau bayar dua, dia pangku anaknya, kaki anaknya diarahin ke org lain laen shg sepatu kotor anaknya ngotori baju org laen… cuek aja…. ato kasus lain…. duduk diangkot kok miring, jd nempati ruang lbh banyak, shg org lain “tergencet”… cuek aja…. ini karakter bangsa gan, jd kebetulan aja lbh mudah ngelihat sifat2 jelek ini di tempat umum spt jln raya atau mall atau dlm angkot… cara sewenang2 ini mencerminkan watak, gak mau mikir, egois, preman… jd gan jgn salahkan gayus, ato pemerintah, kalo negeri ini kacau terus… bayangkan sifat2 buruk ini menjiwai setiap perilaku sehari2, saat jd pengusaha, aparat, pejabat, petani, pedagang, guru, pns, buruh, apa aja… makanya “kesusahan” hidup dg gampang diterjemahkan sbg kelaziman kalo jd preman, kriminal, pemalak, ogah, tkg parkir liar, yg maksa org lain beri yg gak seharusnya… sayangnya selalu ada pembenaran sih… lg2 bangsa kita yg kasih pembenarannya, makanya gak heran jg penipu ada dimana2, penjarah merajalela…. gak heran jg saat merapi meletus, saat warga ngungsi, ada yg sibuk jg mejarah rmh2 yg ditinggalkan.. pernah gak gan ngamati wkt banjir ada empang yg bobol, saat pemilik empang nangis, masyarakat dg sukacita “pesta” ngambilin ikan yg lepas di depan org yang lagi kesusahan tanpa empati smskli…. sadis ya… pembenaran selalu ada… ah kan kalo lepas toh tetap rugi jg…. bandingkan msyrkt jepang yg saling bantu saat gempa dan tsunami… dan tak ada penjarahan… sedih ya dg bangsa yg terkenal religius ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: